Wednesday, May 24, 2006

Alice Academy

Genre: comedy, drama, romance

Suka anime dengan tokoh-tokoh imut? Tertarik dengan kekuatan-kekuatan aneh? Ingin tertawa sampai puas? Tidak suka melihat sesuatu hanya dari luarnya? Kalau begitu, coba cari tahu apa yang ada dalam "Alice Academy".



Setelah sukses dengan komik, Alice Academy atau Gakuen Alice karya Higuchi Tachibana diangkat menjadi anime tv series pada tahun 2004. Konsep cerita Alice Academy sebenarnya bukan hal baru. Tapi kalau mau cari hiburan, anime ini akan memberi lebih dari sekedar tawa. Tampilannya memang ceria dan penuh tokoh anak-anak. Tapi kalau mengajak anak di bawah 13 tahun nonton anime ini, kita mungkin akan dipusingkan oleh pertanyaan tentang adegan-adegan 'tertentu'.

Mikan Sakura hidup berdua dengan kakeknya di sebuah desa dan bersahabat dengan Hotaru, teman sekelasnya. Suatu hari, Hotaru mendapat tawaran bersekolah di Alice Academy, sekolah khusus anak-anak yang memiliki 'Alice' atau kelebihan tertentu yang tidak dimiliki manusia biasa, seperti kekuatan supranatural, kepandaian di atas rata-rata, dan lain-lain. Beberapa waktu setelah kepergian Hotaru, Mikan yang merindukannya, pergi menyusul ke Alice Academy. Tentu saja yang didapatnya cuma penolakan karena Mikan tak punya Alice yang membuatnya layak menjadi murid disana. Karena ia tetap bersikeras, Narumi-sensei, salah satu guru Alice Academy menggunakan Alice pheromone-nya untuk membuat Mikan pulang. Di luar dugaan, Alice pheromone tak bekerja. Merasa ada yang istimewa pada Mikan, Narumi-sensei memberinya waktu seminggu untuk membuktikan diri sebagai pemilik Alice. Mikan pun berkesempatan menjadi murid akademi tanpa mengetahui kelebihan yang tersembunyi dalam dirinya. Awal yang mudah? Tidak juga. Ditengarai tak punya Alice, Mikan mendapat hujatan teman-teman sekelas, mendapat fasilitas terburuk di sekolah, terlibat perselisihan dengan murid nakal Natsume, dan masuk dalam kelas kemampuan khusus yang berisi sekumpulan murid aneh. Seakan belum cukup sial, Hotaru, satu-satunya alasan Mikan masuk akademi, menganggapnya seperti makhluk yang tak pernah ada. Mikan pun dihadapkan pada misteri kelahirannya dan sisi gelap Alice Academy yang tampaknya tak banyak diketahui orang.

Meet the Students...

Mikan Sakura

Umur: 10
Jenis Alice: netralisasi
Meski bodoh bin ceroboh, Mikan cukup bermental baja dan berkemauan keras. Saat para murid mengintimidasinya, tekad Mikan untuk tetap berada di akademi malah semakin besar. Keinginan mencampuri urusan orang, selalu menyeretnya dalam masalah. Tapi karena sifat itu pula, mereka yang tadinya tidak menyukai Mikan lambat laun menerima keberadaannya. Di balik interaksinya dengan si sinis Natsume yang sering berupa pertengkaran, mereka sebenarnya saling memperhatikan. Alice netralisasi membuat Mikan mampu menggagalkan atau menon-aktifkan Alice orang lain. Karena kelebihannya ini, Mikan mendapat pengawasan khusus dari akademi tanpa sepengetahuannya.

Hotaru Imai

Umur: 10
Jenis Alice: inovasi
Bukan cuma wajahnya yang tanpa ekspresi, Hotaru juga selalu cuek pada orang lain termasuk Mikan, sahabatnya sendiri. Ini sempat mengecewakan Mikan yang susah-susah datang ke Alice Academy untuk menemuinya. Sebenarnya Hotaru tidaklah se-antisosial itu. Ia diam-diam mengamati teman-temannya, dan memahami mereka (terutama Mikan). Alice inovasi membuatnya sering menciptakan peralatan teknis seperti robot atau mesin-mesin lainnya yang meski tampak aneh, tak bisa disangkal manfaatnya. Hotaru punya kakak laki-laki yang baru pertama dijumpainya saat berada di Alice Academy. Karena terpisah dari keluarga sejak kecil, sang kakak sama sekali tak punya perasaan apa pun pada keluarganya sendiri.

Natsume Hyuuga

Umur: 10
Jenis Alice: api
Natsume selalu memasang tampang penuh kebencian. Mungkin ini karena masa lalunya yang suram dimana ia bertanggung jawab atas terbakarnya suatu kota. Karena itu Alice Natsume dikategorikan sebagai Alice berbahaya. Tak ada yang akrab dengannya kecuali Ruka. Tapi belakangan Natsume mulai menunjukkan perhatian pada Mikan walaupun dengan cara yang membuat cewek itu uring-uringan. Ia bahkan punya panggilan kesayangan untuk Mikan, yaitu 'Baka' atau 'Bodoh' ^^; Perhatian itu akhirnya berkembang menjadi suka, terbukti dari kecemburuannya pada Tsubasa-senpai dan Ruka. Hubungan Natsume dengan guru misterius bernama Persona dan sebab kebenciannya pada Alice Academy masih diliputi misteri.

Ruka Nogi

Umur: 10
Jenis Alice: animal affinity
Sama seperti Hotaru dan Mikan, Ruka dan Natsume punya kepribadian yang bertolak belakang tapi bisa cocok satu sama lain. Ruka yang lembut ini berteman dengan Natsume sejak kecil, karenanya ia sangat memahami sahabatnya itu. Saking setia kawannya, Ruka bahkan menahan diri untuk tidak tersenyum atau tertawa kalau Natsume belum merasa bahagia. Sayang kekukuhannya ini selalu buyar saat berdekatan dengan hewan, karena kecintaan pada makhluk itu (dan sebaliknya) sering membuat Ruka bahagia tiada tara ^^; Alice-nya membuat hewan buas sekalipun menjadi jinak. Ruka tampak jelas menyukai Mikan. Tapi ketika sadar kalau Natsume dan Mikan saling suka, ia berbesar hati menyarankan sahabatnya itu mengajak Mikan berdansa di festival akademi.

Yuu Tobita

Umur: 11
Jenis Alice: ilusi
Ketua kelas Mikan yang baik hati dan bijak. Ia adalah murid pertama di akademi yang tidak bersikap buruk pada Mikan. Walaupun Yuu tampak lemah, ilusi ciptaannya tak bisa diremehkan, karena sukses membuat pingsan guru killer seperti Jinno-sensei ^^;

Sumire Shoda

Umur: 11
Jenis Alice: manusia kucing dan anjing
Murid fans berat Natsume ini awalnya membenci Mikan karena Mikan menyebut cowok idamannya 'hentai'. Sumire lalu membuat Mikan selalu berada dalam kesulitan. Gara-gara dialah Jinno-sensei tidak menyukai Mikan dan memutuskannya menjadi murid tanpa bintang. Tapi sejak keduanya bekerja sama membebaskan Natsume dari para penculik, kebencian Sumire pada Mikan berkurang. Walaupun masih sering marah-marah dan mencemburui, ia tidak lagi berpikir untuk menjatuhkan Mikan. Alice Sumire membuatnya punya insting dan indra tajam perpaduan anjing-kucing. Saat Alice-nya aktif, kuping, cakar, ekor, dan kumis hewan-nya akan muncul. Kalau ada yang melempar tulang pada Sumire dalam fase ini, ia akan lari menyambut dengan 4 kaki ^^;

Tsubasa Andou

Umur: 14
Jenis Alice: kontrol bayangan
Tidak seperti penampilannya yang mirip berandalan, kakak kelas yang biasa dipanggil Tsubasa-senpai ini ternyata orang yang menyenangkan dan penuh pengertian. Easy going tapi ngemong, ia memperlakukan Mikan layaknya seorang adik. Mungkin karena itu Mikan senang bermanja-manja atau menghambur ke arah Tsubasa saat tersinggung oleh guyonan kasar Natsume. Ini tentu saja membuat Natsume cemburu dan menantang Tsubasa dalam RPG (Role Playing Game) di festival sekolah. Kalau kalah, Tsubasa terancam menjadi budak Natsume. Gara-gara kesalahpahaman, malah Mikan yang berakhir sebagai budak ^^;

Mitsuki Harada

Umur: 14
Jenis Alice: penggandaan diri
Mitsuki adalah teman sekelas Tsubasa. Walaupun hobi menjahili Tsubasa, keduanya kompak dan selalu terlihat bersama, sampai ada murid yang menyebut mereka suami istri. Cewek yang juga menganggap Mikan seperti adik sendiri ini jago beladiri dan keahlian itu sangat efektif dipadu dengan Alice-nya. Saat menghadapi segerombolan penjahat, cuma butuh 1 Mitsuki (dengan banyak copy-annya ^^) untuk melumpuhkan mereka semua.

... the Teachers...

Narumi-sensei

Umur: 27
Jenis Alice: pheromone
Guru ini sebenarnya baik dan perhatian tapi kadang suka bertingkah konyol. Kalau sudah begitu, hancurlah image simpatik Narumi-sensei meski ia tampak tak keberatan terlihat aneh di depan para murid. Alice Pheromone memungkinkan Narumi-sensei membuat orang lain menuruti kehendaknya. Posisinya di Alice Academy adalah guru bahasa Jepang. Ia juga satu-satunya guru yang berani memberi kesempatan pada murid untuk melakukan kontak dengan dunia luar, karena menurutnya, terlalu mengekang mereka adalah suatu kesalahan meski itu dilakukan demi kebaikan murid-murid sendiri. Dari beberapa adegan samar, muncul spekulasi kalau Narumi-sensei adalah ayah kandung Mikan.

Jinno-sensei

Umur: 38
Jenis Alice: listrik
Tiap sekolah pasti punya guru killer, tak terkecuali Alice Academy yang punya Jinno-sensei. Guru pengajar matematika ini tak pernah lepas dari tampang galak dan dijuluki manusia paling dingin se-Alice Academy. Tapi siapa sangka ia ketakutan setengah mati sampai freak-out saat berada dalam rumah hantu kreasi murid ^^; Selain suka menghukum, ia juga menerapkan penggolongan berdasarkan kelebihan para murid. Murid pandai atau yang dianggap punya kontribusi, akan mendapat lencana bintang. Makin banyak bintang, makin tinggi kedudukan seorang murid, dan ia pun akan mendapat perlakuan istimewa dari sekolah. Sial bagi Mikan. Jinno-sensei memutuskannya menjadi 'Murid Tanpa Bintang' yang membuat Mikan mendapat fasilitas terburuk dan menjadi semacam pembantu rumah tangga. Tapi setelah mengetahui keberanian Mikan menghadapi penculik, ia akhirnya mau memberi 1 bintang.

Misaki-sensei

Umur: 27
Jenis Alice: pengendali tumbuhan
Guru pengajar sains ini hobinya berkebun. Orangnya baik, tapi jangan sampai mengutak-atik koleksinya dalam Green House atau rumah kaca, karena ia akan menghajar siapa pun yang mengganggu tetumbuhan di sana dengan pedang kayu, seperti yang dilakukannya pada Narumi-sensei. Untuk mencegah murid-muridnya mencontek, ia biasa memakai kaktus pendeteksi kecurangan, yang ternyata juga bisa mentertawai murid yang salah menjawab soal ^^

Noda-sensei

Umur: 32
Jenis Alice: perjalanan waktu
Guru ramah ini sering menghilang berhari-hari dan muncul tiba-tiba, karena Alice-nya termasuk jenis yang tak bisa dikendalikan. Alice 'time travel' bisa bekerja kapan saja tanpa ada petunjuk, ke masa apa pemiliknya akan dibawa. Jadi jangan heran kalau Noda-sensei tiba-tiba menanyakan umur orang yang dikenalnya karena ia harus memastikan sedang berada di jaman yang benar atau tidak. Noda-sensei adalah pembimbing para murid berkemampuan khusus. Ia juga yang membuat Mikan mampu memaksimalkan dan mengendalikan Alice-nya lebih baik.

Persona

Jenis Alice: pelarut obyek
Persona adalah guru paling misterius, bahkan maksud keberadaannya di Alice Academy pun masih tanda tanya. Ia suka diam-diam mengamati murid tertentu, khususnya Natsume yang disebut sebagai faforitnya. Menjadi faforit Persona tampaknya bukan sesuatu yang baik karena ia kerap memerintah Natsume melakukan hal berbahaya tanpa peduli keselamatan bocah itu. Persona adalah satu-satunya orang yang dipatuhi (atau ditakuti?) Natsume.

... and the Outsiders

Reo

Umur: 27
Jenis Alice: pheromone suara
Penyanyi terkenal ini adalah alumni Alice Academy sekaligus mantan adik kelas Narumi-sensei. Karena suatu hal, ia membenci almamaternya dan menyayangkan keputusan Narumi-sensei menjadi guru akademi. Reo adalah pimpinan penjahat yang menculik Natsume. Walaupun licik dan tak segan memakai kekerasan, tampaknya ada alasan bagus di balik tindakannya. Ia juga tampak mengetahui rahasia Alice netralisasi, bahkan sempat berkata kalau wajah dan Alice Mikan mengingatkannya pada seseorang yang kemungkinan adalah ibu kandung Mikan.

Kakek

Kakek Mikan yang tidak kalah konyolnya dengan sang cucu ini, mengasuh Mikan sejak bayi. Sepeninggal Mikan, semangat dan kegilaan kakek tak berkurang, meski sebenarnya ia mengkhawatirkan cucu-nya itu. Ia heran kenapa tak pernah ada kabar dari Mikan, tanpa tahu kalau sang cucu sudah menulis setumpuk surat yang tak pernah sampai padanya.

"Never judge a book by it's cover"

Mikan yang tampak tak bisa diandalkan, ternyata punya alice yang patut diwaspadai. Natsume yang dingin dan kasar ternyata sangat setia kawan. Siapa sangka Hotaru yang tampak antisosial ternyata memahami lingkungannya lebih baik dari siapa pun. Murid-murid kelas kemampuan khusus terkenal sebagai sekumpulan anak aneh sampai kita dibuat sadar bahwa mereka adalah sekelompok murid yang selalu bersikap menyenangkan dan tak suka merendahkan orang lain. Seluruh murid Alice Academy dari luar memang tampak seperti anak-anak biasa. Tak ada yang mengira kalau mereka adalah sumber daya yang kontribusinya diharapkan banyak pihak. Alice Academy sendiri yang banyak menampilkan hal-hal menakjubkan, juga menyimpan sisi gelap yang tak bisa diterima beberapa orang, seperti Natsume dan Reo.

Banyak yang bilang, 'inner beauty' lebih penting daripada 'outer'. Tapi sadar atau tidak, kita selalu menilai orang lain dari apa yang terlebih dulu tampak oleh mata kita. Tak bisa dipungkiri memang, manusia punya keterbatasan. Tak bisa melihat sesuatu langsung secara keseluruhan, melainkan perbagian. Karena itu, pikiran yang luas selalu dibutuhkan, agar kita tidak terjebak dalam prasangka berdasarkan apa yang kita lihat. Do not trust your eyes only. Keep your minds open.

Monday, April 24, 2006

Fushigi Yuugi: Genbu Kaiden

Genre: adventure, action, fantasy, comedy, romance

Suka baca cerita? Mungkin banyak yang setuju kalau aktifitas ini bisa bikin berimajinasi. Wajar kalau cuma berimajinasi. Tapi kalau masuk ke dalam buku dan menjalani sendiri petualangannya? Asyik juga mungkin jadi hero. Tapi sadar atau tidak, pahlawan tidak beda dengan tumbal yang merelakan diri demi siapa pun yang ingin dibelanya. Sama dengan kehidupan, sebuah kisah tidak selalu berakhir indah. Pertanyaannya, siapkah kita menjadi pahlawan untuk cerita yang endingnya tidak sesuai harapan?



Membaca judul di atas, penggemar karya Yuu Watase pasti tahu kalau serial ini adalah prekuel Fushigi Yuugi yang booming tahun 1995. Bersetting tahun 1900-an awal, Genbu Kaiden menjelaskan, bagaimana seluruh petualangan dalam Fushigi Yuugi terjadi. Meski endingnya tercantum dalam serial pendahulunya, rugi kalau komik ini dilewatkan, karena Genbu Kaiden menawarkan cerita yang jauh lebih dramatis dan emosional, tanpa kehilangan unsur humor. Apalagi para fans menilai, artwork dan kemampuan Watase mengolah cerita mengalami peningkatan dalam serial ini.


Genbu Kaiden masih menceritakan seorang gadis yang tersedot ke dalam buku 'Universe of the Four Gods of Heaven and Earth' yang harus menjadi Priestess (pendeta) dan memanggil salah satu dari 4 dewa binatang agar bisa kembali ke dunia di luar buku. Dalam cerita ini dewa yang dimaksud adalah kura-kura hitam Genbu. Takiko Okuda, tokoh utama Genbu Kaiden adalah orang pertama yang masuk ke dalam buku dan menjadi Priestess. Tugasnya, mencari 7 Seishi Genbu (prajurit pelindung) yang identitasnya diketahui dari simbol hitam di bagian tubuh mereka. Setelah 7 orang itu terkumpul, barulah Genbu bisa dipanggil dan mengabulkan 3 permintaan Priestess demi keselamatan Hokkan, negeri pemuja dewa itu.

Sampai sini, inti cerita Genbu Kaiden sama dengan Fushigi Yuugi. Bedanya, konflik cerita Genbu Kaiden jauh lebih dalam dan rumit dibanding serial pertamanya. Kalau Fushigi Yuugi memberi porsi lebih besar pada dilema percintaan antar tokoh utama, Takiko dalam Genbu Kaiden justru dipusingkan oleh para Seishi yang menolak bekerjasama. Ditambah lagi serangan negeri Kutou yang menghalangi kemunculan Genbu dan kebencian sebagian besar rakyat Hokkan sendiri terhadap Priestess dan Seishinya yang dianggap pembawa sial. Tapi toh, niat Takiko memanggil Genbu terlalu kuat untuk dikalahkan, terutama karena keinginannya meminta dewa itu menghidupkan kembali ibunya yang meninggal. Takiko terus berjuang tanpa tahu konsekuensi apa yang menunggunya di akhir cerita.

Character

Takiko Okuda (Priestess of Genbu)

Umur: 17
Keahlian: menggunakan Naginata (semacam tombak Jepang)
Bersama Yoshie, ibunya, Takiko pindah dari Tokyo ke Morioka, demi kesembuhan Yoshie yang terserang TBC. Sayangnya, kondisi sang ibu tak kunjung membaik. Baru beberapa minggu di Morioka, Einosuke, ayah Takiko yang seorang penulis novel sejarah, datang dari pengembaraan. Saat diminta menemani istrinya yang sekarat, Einosuke menolak dengan alasan sibuk mengerjakan terjemahan kitab 'Shijin Tenchisou' (Universe of the Four Gods of Heaven and Earth) yang didapatnya selama riset di Cina. Tepat ketika terjemahannya selesai, Yoshie meninggal dunia. Dibakar kemarahan, Takiko mencoba merobek naskah terjemahan itu, tapi yang terjadi justru di luar dugaan. Takiko menghilang di balik cahaya keperakan dan muncul di padang salju. Belum habis bingungnya, Takiko dikejutkan oleh monster dan seorang gadis yang terantai di dekatnya.

Rimudo Roun (Uruki)

Umur: 16
Arti simbol: wanita
Lokasi simbol: dada
Keahlian: mengendalikan angin
Pertama bertemu Takiko, Uruki adalah gadis yang sedang dikorbankan pada monster. Ternyata Uruki bukan gadis biasa. Dengan kekuatan anginnya, monster kalah dalam sekejap. Karena Uruki tiba-tiba terserang demam, Takiko membawanya ke penginapan dan di sinilah ia mendapati kalau orang yang dirawatnya ternyata seorang pria!! Uruki berubah menjadi wanita saat muncul simbol hitam di dadanya. Itu pertanda bahwa Uruki adalah Seishi Genbu dan hanya dalam wujud wanita kekuatan anginnya bisa digunakan. Meski begitu, ia menolak peran sebagai Seishi dan terus menjauhi Takiko. Tapi takdir berulang-ulang mempertemukan mereka sampai akhirnya Uruki tak bisa lagi mengingkari keinginannya melindungi Takiko. Sebenarnya Uruki adalah putra mahkota Hokkan. Hanya karena ramalan tentang raja Hokkan yang kelak mati di tangan putranya, ia terusir dari kerajaan. Perseteruan dengan sang ayah, menjadikannya buron kerajaan dan sasaran para pemburu hadiah.

Chamuka Tan (Tomite)

Umur: 16
Arti simbol: kehampaan
Lokasi simbol: bahu kiri
Keahlian: memanah dan menguasai kekuatan es
Bounty Hunter ini awalnya terobsesi menangkap Uruki, sampai menyandera Takiko yang dikiranya kekasih buron itu. Kesalahpahamannya berakhir ketika menyadari bahwa Takiko adalah Priestess of Genbu yang datang dari dunia lain. Meski kasar (dan agak hentai ^^) Tomite tidaklah jahat. Ia bahkan cenderung naif dan lebih takut pada ibunya dibanding pembunuh berbahaya ^^; Meski awalnya tidak berminat menjadi Seishi, berkat dukungan (atau paksaan?) ibunya, Tomite menjadi Seishi pertama yang mau membantu Takiko sepenuh hati.

Zara Erutai (Hatsui)

Umur: 12
Arti simbol: ruang
Lokasi simbol: telapak kaki kanan
Keahlian: meramu tumbuhan menjadi obat, menyerang dengan jarum, dan melindungi dengan keranjang besi
Gemuk, pendek, gagap, penakut, dan cengeng. Dilihat dari mana pun, Hatsui tak punya kualitas sebagai Seishi. Sifatnya yang selalu ketakutan ini dikarenakan masa lalu yang menyedihkan. Setelah hidup sebatang kara, orang-orang memaksa Hatsui membayar hutang orang tuanya yang telah meninggal. Karena terdesak, tanpa sadar ia membunuh mereka. Hatsui lalu melarikan diri ke gunung dan bertemu Phen yang memperdayanya untuk membunuh siapa pun yang mendekati gunung, sehingga di luar keinginannya, Hatsui menjadi musuh warga desa. Setelah bertemu Takiko, Hatsui membulatkan tekad menjadi Seishi. Sayang penderitaannya berlanjut, karena sejak bergabung dengan Takiko cs, Hatsui jadi obyek keusilan Tomite ^^;

Roh batu Seimei (Namame)

Arti simbol: dinding
Lokasi simbol: belakang kepala
Keahlian: menguasai bebatuan, mengubah bentuk, dan menciptakan benda-benda atau makhluk dari batu
Kalau terbiasa dengan Seishi manusia, apa pendapatmu tentang Namame? Namame adalah roh batu Seimei yang bisa berubah menjadi bentuk yang diperlukannya, mulai dari perkakas sampai monster batu. Tapi wujud faforitnya adalah boneka batu kecil dengan 2 bulatan mata yang tidak sama besar. Namame tidak berbicara layaknya manusia. Karena itu, Takiko harus mempelajari dulu bahasa batu Seimei sebelum berhasil mengajak Namame bergabung menjadi Seishi Genbu.

Emutato Chen (Hikitsu)

Umur: 21
Arti simbol: gayung (apa ya istilah kerennya? ^^;)
Lokasi simbol: mata kanan
Keahlian: menguasai air, membaca pikiran dan memori seseorang
Keunikan Hikitsu ada pada simbol Seishi di mata kanannya. Siapa pun yang melihat simbol itu, akan menyaksikan kembali masa lalu. Hikitsu sebenarnya bersahabat dengan Tomite sejak kecil. Karena kesalahpahaman yang rumit, mereka berdua terpisah dan menyimpan dendam yang belum jelas kebenarannya. Berkat Takiko, Tomite dan Hikitsu tidak hanya rukun kembali, tapi juga menetapkan diri sebagai saudara. Hikitsu yang tenang dan Tomite yang berapi-api. Beda kepribadian ini tidak mengurangi kecocokan mereka. Roh keduanya bahkan muncul bersama dalam serial Fushigi Yuugi sebagai penjaga permata Genbu.

Inami

Arti simbol: lembu
Lokasi simbol: perut
Keahlian: menjerat dan menyerang dengan rambut
Inami adalah 'penghibur' senior di salah satu rumah bordil negeri Konan. Sifatnya kasar cenderung kejam. Karena suatu hal ia tidak menyukai Takiko sebagai Priestess, bahkan menantangnya duel. Inami baru keluar di komik terbaru Genbu Kaiden yang belum tamat, karenanya tidak banyak info tentang Seishi ini.

Urumiya
Arti simbol: bahaya
Belum ada info apa pun, karena Seishi terakhir ini belum muncul.

Shigi & Hien

2 jenderal dari negeri Kutou. Meski beda sifat, keduanya sama-sama kejam. Wajah ramah dan senyum lembut Shigi menyembunyikan sifat aslinya yang tak berperikemanusiaan. Sementara Hien yang temperamental, susah menahan diri untuk tidak membuat onar. Hien punya dendam pribadi pada Uruki yang membuatnya kehilangan tangan. Keduanya menjalankan tugas dari pangeran negeri Kutou untuk merebut Hokkan dan menggagalkan usaha Takiko cs memanggil Genbu.

Soruen

Selama beberapa generasi, keluarga Soruen mengabdi dan menjadi pelindung keluarga kerajaan Hokkan. Ayah Soruen yang memilih melindungi Uruki kecil, tewas di tangan raja Hokkan. Setelah itu, Soruen melanjutkan tugas sang ayah melindungi Uruki. Meski Uruki menganggap Soruen sebagai teman atau saudara, tampaknya ia lebih senang memposisikan diri sebagai abdi.

Haagasu

Pembunuh bayaran raja Hokkan yang bertugas membunuh Uruki. Meskipun asli dari Hokkan, ia bekerja sama dengan Shigi dan Hien karena persamaan tujuan. Bukan cuma penampilannya yang sangar, Haagasu juga punya kekuatan yang susah ditandingi para Seishi. Ia bisa menyerap kekuatan lawan dan memakainya untuk menyerang balik. Sejauh ini, ia sudah mencuri kekuatan Seishi milik Uruki dan Tomite.

Einosuke Okuda

Seperti pada Fushigi Yuugi, harus ada seseorang di dunia nyata yang membaca buku 'Universe of the Four Gods of Heaven and Earth' agar petualangan para tokoh di dalamnya terus berlangsung. Dalam Genbu Kaiden, Einosuke-lah yang menjalankan peran ini. Berkat ia juga, buku berkekuatan gaib itu tercipta. Einosuke dan putrinya punya hubungan yang tidak harmonis. Takiko selalu merasa dicampakkan karena Einosuke menginginkan anak laki-laki dan lebih mementingkan pekerjaan daripada keluarga. Baru setelah mengikuti petualangan Takiko dalam buku, ia menyadari perasaan dan kesedihan putrinya.

Taiitsukun

Satu-satunya tokoh dalam Genbu Kaiden yang juga hidup di Fushigi Yuugi adalah Taiitsukun. Tentu saja, karena ia adalah kaisar langit yang menciptakan "Universe of the Four Gods of Heaven and Earth". Kalau pada Fushigi Yuugi ia terlihat sudah sangat tua, di Genbu Kaiden ia adalah seorang anak kecil misterius yang kadang muncul untuk memberi petunjuk pada Takiko.

"I always want to be needed by others. And now these people need me! That's why i'm going to be Priestess and summon Genbu!" (Takiko Okuda, vol: 1)

Saat memutuskan menjadi tokoh penting dalam buku, Takiko tak pernah memikirkan endingnya. Yang ia tahu cuma berusaha demi rakyat Hokkan. Kalau pun kisahnya tak berakhir sesuai harapan, setidaknya Takiko sudah mendapat apa yang paling diinginkannya. Dibutuhkan banyak orang. Takiko bukan lagi orang yang tercampakkan.

Kisah tidak hanya ada dalam buku. Kehidupan sendiri adalah kisah dimana kita menjadi hero/heroine-nya. Bakal happy ending atau tidak, bukanlah hal penting. Karena yang paling kita butuhkan adalah PROSES menuju ending cerita. Life is about process, isn't it?